Mei 29, 2022

Nagaliga pusat informasi Bola Online 24 JAM.

Link altenatif Nagaliga : nagasuara.com , nagaliga. cc , trans7sport.com , Prediksinagaliga.com , nagaliga.xyz , nagaliga.me , nagaliga.info , nagaligasbo.com , nagaliga.best , nagaliga.club , nagaliga9.com , nagaligaqq.com , togelnagaliga.com

Valentino Rossi: Perilaku Pembalap-Pembalap Moto3 Gila!

NagaligaValentino Rossi Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi,
mengecam Race Direction (Badan Pengawas Balap) MotoGP yang
menggagas ‘sprint race’ berdurasi lima lap di Moto3 Austin, Minggu
(3/10/2021). Ia juga menyebut perilaku para pembalap di kelas tersebut gila.

Di lain sisi, Valentino Rossi mengacungkan jempol kepada FIM Stewards yang
menjatuhkan larangan dua kali balap untuk Deniz Oncu.

Seperti yang diketahui, balapan Moto3 diwarnai banyak drama. Balapan
yang harusnya berdurasi 17 lap ini dihentikan pada Lap 8 usai Filip Salac
mengalami kecelakaan di Tikungan 11 pada Lap 7. Race Direction kemudian
memutuskan menggelar balapan kedua dengan model ‘sprint race’ dengan
durasi lima lap.

Namun, balapan kedua kembali dihentikan ketika tersisa tiga lap akibat
kecelakaan hebat yang kembali terjadi di Tikungan 11. Jeremy Alcoba
mengalami kontak dengan Oncu dan hilang kendali, hingga Pedro Acosta
dan Andrea Migno yang datang dari belakang tak bisa menghindar dan ikut
terjatuh.

Oncu mampu terus melaju, namun Alcoba, Acosta, dan Migno terjatuh
sangat keras. Beruntung, ketiganya tak mengalami cedera berarti dan
langsung bangkit. Meski begitu, insiden ini menghadirkan suasana kelam di
paddock MotoGP, mengingat Jason Dupasquier, Hugo Millan, dan Dean Berta
Vinales meninggal dunia dalam kurun empat bulan terakhir akibat insiden
yang mirip.

Harus Ada Perubahan Sebelum Hal Buruk Terjadi

valentino-rossi-perilaku-pembalap-pembalap-moto3-gila

Oncu pun dinyatakan bersalah atas insiden itu, karena ia kedapatan
menyalip Alcoba di trek lurus dan kemudian memotong jalur rider Spanyol
itu. Tindakan ini dinilai sangat berbahaya, hingga akhirnya ia dijatuhi
hukuman larangan dua kali balap, yakni di Seri Emilia Romagna dan Seri
Algarve. Rossi pun sepakat dengan hukuman ini.

“Saya tak mau menuding rider tertentu, tapi menjatuhkan larangan dua kali
balap memang harus dilakukan. Harus ada aksi serius karena situasi ini
sungguh tak terkendali. Oncu mengubah garis balap di trek lurus, tahu ada
rider lain di sebelahnya, dan itu bisa fatal,” ujar Rossi, yang kebetulan juga
mentor Migno di VR46 Riders Academy.

“Saya sangat takut, tak hanya karena Migno terlibat. Kita beruntung tak ada
yang cedera. Situasi ini harus diubah sebelum hal buruk terjadi. Balap motor
memang bahaya, dan makin bahaya lagi akibat perilaku-perilaku tertentu.
Anda harus menghormati diri sendiri dan rival, karena Anda bermain-main
dengan nyawa rider muda,” lanjutnya.

Rossi juga mengecam Race Direction yang menggagas ‘sprint race’ berdurasi
lima lap untuk melanjutkan kompetisi di Moto3 Austin. Menurutnya, balapan
sebaiknya dihentikan saja dan tak perlu dilanjutkan. Toh hasil akhir tetap
diambil dari hasil balapan pertama, di mana Izan Guevara akhirnya
dinyatakan sebagai pemenang.

Sebut Perilaku Rider Moto3 Bermasalah

valentino-rossi-perilaku-pembalap-pembalap-moto3-gila

“Menggelar balapan lima lap di Moto3 bagai main ‘Russian Roulette’. Race
Direction melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan ini. Harusnya
balapan dihentikan saja. Sprint race untuk Moto3 sungguh salah. Dalam
balapan normal saja, rider-ridernya sudah tak terkendali. Jadi, bayangkan
saja dalam lima lap,” tutur The Doctor.

Sembilan kali juara dunia ini bahkan tak segan menyebut perilaku para rider
Moto3 ‘gila’ dan harus ditindak tegas. “Masalah paling serius adalah perilaku
mereka. Mereka itu gila. Dari usia dini, mereka sudah diajari untuk lebih dari
sekadar agresif. Sudah sejak lama kami bilang bahwa Anda tak boleh ganti
garis balap saat di trek lurus,” ungkapnya.

Rossi juga menyatakan, jika Oncu kembali melakukan hal serupa, maka
hukuman yang ia terima harus lebih berat. “Melarangnya balapan dua kali
adalah penalti yang adil. Jika Anda hanya menjatuhkan hukuman mundur
beberapa posisi, ia akan melakukannya lagi. Jika ia tinggal di rumah selama
dua pekan dan nonton balapan dari TV, dia akan merenung,” ucapnya.

“Pada akhirnya, rider-rider paling berbahaya selalu sama. Siapa pun yang
menonton Moto3 tahu. Jadi, Anda harus mulai dari sana. Jika Anda
mendiskualifikasi rider selama dua balapan, tapi ia melakukan hal berbahaya
lagi, maka larang dia balapan lima kali. Rider-rider yang selalu kelewat batas
harus diedukasi,” pungkas rider Italia ini.

Sumber: GPOne