Mei 26, 2022

Nagaliga pusat informasi Bola Online 24 JAM.

Link altenatif Nagaliga : nagasuara.com , nagaliga. cc , trans7sport.com , Prediksinagaliga.com , nagaliga.xyz , nagaliga.me , nagaliga.info , nagaligasbo.com , nagaliga.best , nagaliga.club , nagaliga9.com , nagaligaqq.com , togelnagaliga.com

MU Tanpa Ronaldo yang Diobok-Obok Man City

Tim Terburuk yang Dilatih Rangnick

Nagaliga. – Ralf Rangnick menyebut Manchester United adalah tim
paling buruk yang pernah dilatihnya saat kalah dari Man City. Tapi,
semua berubah sejak Cristiano Ronaldo datang pada sesi latihan dan
kemudian bermain.

United menunjukkan performa yang buruk saat kalah pada Derbi
Manchester, di pekan ke-28 Premier League. Bermain di Stadion
Etihad, United kalah dengan skor 4-1. Skor yang telak untuk laga
derbi.

Pada laga itu, Ronaldo tidak masuk skuad United. Menurut
keterangan Rangnick, Ronaldo mengalami cedera. Tapi, ada beberapa
kecurigaan tentang kondisi Ronaldo. Sebab, dia memilih terbang ke
Portugal.

Setelah situasi sulit itu, Ronaldo kembali ke sesi latihan dan tampil
impresif di laga melawan Tottenham.

MU Tanpa Ronaldo, Tim Terburuk Rangnick!

Tanpa Ronaldo, United tidak berdaya di hadapan Man City. Rangnick
sadar betul betapa rapuhnya United saat diobok-obok Man City.
Bahkan, eks pelatih RB Leipzig itu, United adalah tim terburuk yang
pernah dilatihnya.

“Inilah yang saya suka dari klub ini,” buka Rangnick.

“Pada hari Minggu (kalah dari Man City), saya hampir merasa
seperti kami berada di pemakaman, bahwa itu sudah mati, dan akhir
dekade atau apa pun. Rasanya seperti itu adalah tim terburuk yang
pernah saya latih.” tegas Rangnick.

Dampak Ronaldo

Ronaldo memborong gol United ke gawang Tottenham. Ronaldo
memberi dampak yang besar bagi United. Bukan hanya soal gol dan
kontribusi di lapangan, tapi juga memberi keyakinan untuk meraih
prestasi pada musim ini.

“Cristiano Ronaldo membuat perbedaan, tetapi ini bukan saat yang
tepat, setelah performa terbaik, untuk berbicara tentang apa yang
mungkin terjadi dalam 15 hingga 16 bulan ke depan,” kata Rangnick.

“Bagi saya, yang penting adalah apa yang terjadi dalam dua atau tiga
bulan ke depan, hingga akhir Mei,” tegas manajer asal Jerman itu.