Juni 28, 2022

Nagaliga pusat informasi Bola Online 24 JAM.

Link altenatif Nagaliga : nagasuara.com , nagaliga. cc , trans7sport.com , Prediksinagaliga.com , nagaliga.xyz , nagaliga.me , nagaliga.info , nagaligasbo.com , nagaliga.best , nagaliga.club , nagaliga9.com , nagaligaqq.com , togelnagaliga.com

Mari Menghibur Diri dengan Nostalgia 10 Final Liga Champions Terbaik

Mari Menghibur Diri dengan Nostalgia 10 Final Liga Champions Terbaik

Wabah virus corona memaksa UEFA untuk menunda laga final Liga Champions 2019/20 hingga waktu yang tidak ditentukan. Namun, jangan buru-buru patah semangat. Ada banyak cara untuk setidaknya melupakan kesedihan akibat hal tersebut.

Salah satu caranya adalah dengan sejenak bernostalgia dengan menikmati final-final Liga Champions terdahulu. Berikut kumparanBOLA sajikan10 laga final Liga Champions terbaik.

Final 2005: AC Milan vs Liverpool

Para penikmat sepak bola, terutama fans Liverpool, tak akan pernah melupakan laga ini. Bagaimana tidak, di pertandingan ini The Reds bisa mengejar ketinggalan tiga gol dan mengalahkan Milan lewat adu penalti.

Menariknya, Milan menutup babak pertama dengan keunggulan tiga gol. Namun, kegigihan Steven Gerrard dkk. berhasil membawa Liverpool menutup babak kedua dengan skor imbang.

Final 1994: Milan vs Barcelona

Milan melakoni final ini tanpa tujuh pemain kunci mereka. Ya, tidak ada Marco van Basten, Franco Baresi, atau Alessandro Costacurta di dalam skuat mereka waktu itu.

Namun, Rossoneri tetap perkasa. Mereka bisa menghajar Barcelona yang kala itu dilatih Johan Cruyff empat gol tanpa balas di Olympic Stadium, Yunani.

Salah satu yang luar biasa adalah gol Dejan Savicevic yang dicetak lewat tendangan jarak jauh.

Final 2008: Man United vs Chelsea

Ini adalah salah satu final Liga Champions yang penuh drama. Waktu itu, masih ada Cristiano Ronaldo di United. Sementara, Chelsea masih diperkuat Didier Drogba yang dapat kartu merah di laga ini.

Pertandingan berjalan sengit sampai-sampai harus diselesaikan lewat adu penalti yang penuh drama. Ronaldo gagal bikin gol dan Edwin van der Sar jadi pahlawan setelah sukses menyetop sepakan Nicolas Anelka.

Selain itu, ada juga John Terry yang terpeleset dan gagal mengeksekusi tendangan penaltinya.

Final 2004: Porto vs Monaco

Tidak ada yang menyangka Porto dan Monaco bakal berduel di final Liga Champions karena mereka sama-sama berstatus kuda hitam. Di laga inilah dunia sepak bola menyaksikan kelahiran Jose Mourinho sebagai The Special One.

Mourinho berhasil membawa Porto jadi jawara Eropa dengan mengalahkan Monaco tiga gol tanpa balas.

Final 1999: Man United vs Bayern Muenchen

Fans United akan selalu mengenang momen ini. The Red Devils tertinggal sejak menit ke-6 pertandingan. Namun, aksi Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer membuat Bayern pulang dengan tangan kosong.

Ya, dua pemain itu berhasil membuat United menutup laga dengan skor 2-1. Hebatnya, gol tercipta di menit 90 +1 dan menit 90+3.

Final 2018: Real Madrid vs Liverpool

Final penuh drama ini jadi panggung emas buat Gareth Bale. Pemain asal Wales itu mencetak dua gol yang mungkin masuk dalam deretan gol terbaik dalam sejarah final Liga Champions.

Final 2011: Barcelona vs Man United

Manchester United datang ke final dengan modal lumayan. Mereka baru saja memenangi titel Premier League ke-4 dalam lima tahun terakhirnya.

Namun, Barcelona punya Lionel Messi. La Pulga yang masih berusia 24 tahun itu sukses mengobrak-abrik United. Laga ditutup dengan skor 3-1 untuk Barcelona.

Bahkan, Sir Alex Ferguson sampai mengakui bahwa Barcelona waktu itu adalah salah satu tim terbaik yang pernah ia hadapi.

Final 2012: Chelsea vs Bayern Muenchen

Tak banyak yang menyangka kalau Chelsea yang sedang dilatih Roberto Di Matteo jadi jawara Liga Champions 2011/2012. Apalagi, Thomas Muller berhasil membobol gawang Petr Cech di menit ke-83.

Namun, Didier Drogba tak tinggal diam. Lima menit setelah gol itu dia mencetak gol penyeimbang dan memaksa Bayern bermain hingga adu penalti. The Blues pun menutup laga dengan kemenangan setelah Ivica Olic dan Bastian Schweinsteiger gagal mengeksekusi penalti dengan baik.

Final 2002: Madrid vs Bayer Leverkusen

Final ini menjadi spesial karena satu pemain, Zinedine Zidane. Ya, pemain Prancis itu berhasil bikin gol luar biasa yang dipastikan akan selalu terkenang.

Final 2015: Juventus vs Barcelona

Final ini bisa dibilang mempertemukan tim dengan serangan terbaik di Eropa dengan tim yang paling hebat bertahan di benua tersebut.

Namun, Barcelona terbukti lebih tajam dibanding kokohnya tembok Juventus. Adalah Ivan Rakitic yang membuka keran gol di menit ke-4.

Juventus sempat menyamakan kedudukan, tetapi aksi Luis Suarez dan Neymar mengubur impian ‘Si Nyonya Tua’.

Artikel Asli