Juni 28, 2022

Nagaliga pusat informasi Bola Online 24 JAM.

Link altenatif Nagaliga : nagasuara.com , nagaliga. cc , trans7sport.com , Prediksinagaliga.com , nagaliga.xyz , nagaliga.me , nagaliga.info , nagaligasbo.com , nagaliga.best , nagaliga.club , nagaliga9.com , nagaligaqq.com , togelnagaliga.com

Cristiano Ronaldo Pernah Disembur Ruud Van Nistelrooy: Ini Bukan Sirkus!

NAGALIGA- Punya kualitas setinggi langit tidak menjamin seorang pemain bisa mendapatkan perlakukan yang spesial. Itulah yang dirasakan bintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo, sewaktu masih memperkuat Manchester United.

Bisa dikatakan, Manchester United merupakan klub yang bertanggung jawab atas perkembangannya. Namanya pun mulai dikenal publik ketika raksasa Inggris itu merekrutnya pada tahun 2003 lalu.

Ronaldo bertahan di Old Trafford selama enam musim dan mencatatkan total 118 gol dari 292 penampilannya di semua kompetisi. Selain itu, Ia juga mempersembahkan sembilan gelar dari berbagai ajang.

Perkembangan Ronaldo terbilang cukup pesat. Hanya selang lima tahun sejak bergabung dengan Manchester United, ia berhasil meraih trofi Ballon d’Or pertamanya. Tidak heran, mengingat Ronaldo bermain bersama sosok-sosok ternama.

Disentak Ruud van Nistelrooy
Skuad Manchester United di era Ronaldo beranggotakan banyak pemain hebat. Mulai dari Rio Ferdinand, Ryan Giggs, Paul Scholes hingga Ruud van Nistelrooy. Mereka diasuh oleh pelatih legendaris, Sir Alex Ferguson.

Tidak hanya saat pertandingan, Ronaldo juga total dalam menjalani sesi latihan. Ia kerap menunjukkan aksi-aksi olah bola yang memukau. Tapi tidak semua orang senang dengan permainannya, salah satunya adalah Nistelrooy.

“Dia sering disentak saat latihan tapi saya ingat suatu waktu, saya pikir itu adalah momen yang bagus untuknya namun dia tidak menerimanya dengan cukup baik,” kenang Ferdinand soal Ronaldo kepada BT Sports.

“Ruud merupakan sosok penting di United pada saat itu. Dia adalah orang yang mencetak semua gol. Ronaldo memegang bola di sisi sayap dan sedang melakukan trik, sementara Ruud melakukan pergerakan di dalam kotak penalti.”

“Ronaldo tidak mengoper bola dan Ruud menggila, sembari berteriak ‘dia seharusnya bermain di sirkus, bukan lapangan’. Ruud lalu meninggalkan lapangan latihan, dan Ronaldo terlihat kecewa dan marah – ‘Mengapa dia berbicara seperti itu kepada saya?’,” lanjut Ferdinand.

Sikap Ronaldo yang Patut Dicontoh
Bagi Ferdinand, momen tersebut sangat krusial buat tumbuh kembang seorang pemain apalagi yang masih muda. Kalau tidak memiliki kepercayaan diri, mereka akan kehilangan rasa percaya diri.

Untungnya Ronaldo tidak seperti itu. Ia belajar dari momen tersebut dan menjadi pemain besar seperti yang sekarang.

“Beberapa anak muda akan terpuruk dan kehilangan rasa percaya diri, yang lainnya akan melakukan hal yang sama. Namun Ronaldo tahu bahwa Ruud mungkin ada benarnya dan seketika semua menjadi angka, statistik, gol. Apa yang bisa membuatnya jadi pemain terbaik di dunia?” tambahnya.

“Kami pernah berkata kepada dia, mengambil mic dari dia dan bilang ‘Anda bukan No.7 yang sesungguhnya di klub ini, masih ada George Best dan Beckham’ dan anda bisa melihat dirinya berpikir, ‘bagaimana caranya melengserkan mereka?’,” tutup Ferdinand.