Situs Resmi Piala Dunia Qatar 2022

September 30, 2022

Nagaliga pusat informasi Bola Online 24 JAM.

Link altenatif Nagaliga : nagasuara.com , nagaliga. cc , trans7sport.com , Prediksinagaliga.com , nagaliga.xyz , nagaliga.me , nagaliga.info , nagaligasbo.com , nagaliga.best , nagaliga.club , nagaliga9.com , nagaligaqq.com , togelnagaliga.com

Saat Doa Ibu dan BRI Liga 1 2021 / 2022 Menjadi Ajang Menempa Diri serta Senjata Ampuh Pratama Arhan Menuju Pentas Dunia

Nagaliga “Adek, sekarang kamu sudah menjadi pesepak bola terkenal dan punya
reputasi tinggi. Ibu tak bisa memberikan apa-apa, kecuali doa. Sekarang,
adek sudah berlabel pemain Timnas Indonesia, sesuatu yang menjadi
mimpi sejak kecil. Jadilah tetap seseorang yang beretika, rendah diri dan
jangan lupa, jaga sholat lima waktu,”

Deretan kalimat tersebut keluar dari bibir seorang wanita bernama
Surati. Siapa dia?, tak banyak orang tahu jika ditarik setahun ke
belakang. Namun, kini, siapapun mengerti kalau dia-lah satu di antara
sosok di belakang layar yang telah membuat nama Pratama Arhan seperti
sekarang.

 

Saat ini, siapa di antara publik sepak bola nasional yang tak mengenal
Pratama Arhan. Pemilik nama lengkap Pratama Arhan Alif Rifai ini selalu
menjadi buah bibir, setidaknya dalam tiga bulan terakhir. Sepak terjang
menawan sepanjang awal musim BRI Liga 1 2021/2022, membuat Arhan
mendapat kesempatan begitu cepat untuk mencicipi jersey Timnas
Indonesia.

Bagaimana tidak, ketika kali pertama berseragam Timnas Indonesia, usia
pria kelahiran Blora ini belum genap 20 tahun. Tidak tanggung-tanggung,
berkat brilian di BRI Liga 1 2021/2022 bersama PSIS Semarang di area
sektor kiri, talenta-nya ‘nampol’ di jajaran pelatih Timnas Indonesia,
terutama Shin Tae-yong.

“Perasaan saya campur aduk, senang, sedih dan terharu,” kata ibunda
Pratama Arhan, Surati. Itu menjadi komentar pendek ketika kali pertama
sang anak mendapat panggilan mengikuti pemusatan latihan Timnas
Indonesia. Kini, doa-doa tersebut menjadi pengiring Pratama Arhan,
sekaligus pembuka langkah nan mujarab bagi pemain muda yang menonjol
sepanjang BRI Liga 1 musim ini.

Dua stadion menjadi saksi bagaimana nama Pratama Arhan perlahan
namun pasti meroket kencang, seolah menembus batas yang dulu tak
pernah terpikirkan alumni Sekolah Sepak Bola (SSB) Terang Bangsa ini,
yakni Stadion Manahan di Solo, dan Stadion Wibawa Mukti, di Cikarang,
Jawa Barat.

Ibarat pepatah lama : seseorang yang punya talenta tinggi tapi tak pernah
mendapatkan tempat dan momen yang tepat, tetaplah akan terlihat
biasa-biasa saja. Nah, mungkin hal itu pula yang berlaku dalam sejarah
hidup serta karier Pratama Arhan di lapangan bola.

Kini, ‘dunia’ tahu kalau dulu bersama sang Ibunda tercinta, Surati,
mereka harus berteduh dan menghabiskan semalam dengan menginap di
emperan Terang Bangsa. Hampir pasti, sampai seumur hidup, Arhan akan
membawa terus pengalaman tersebut sebagai daya lecut, sumbu ledak dan
pemicu spirit agar terus meningkatkan level permainan.

Sebelum ke arah sana, Manahan Solo dan Wibawa Mukti menjadi bagian
tak terpisahkan dari perjalanan Pratama Arhan. Manahan Solo adalah
tempat kali pertama Pratama Arhan ‘mengejutkan’ keluarganya di Blora.

Bagaimana tidak, Arhan tak pernah bilang apapun kalau akan ikut sebuah
turnamen yang nantinya menjadi jembatan ke jenjang Timnas Indonesia
dan bintang BRI Liga 1 2021/2022. “Dia hanya bilang ke Solo, ternyata
memberi hadiah sebagai pemain terbaik,” ungkap Surati, terngiang ke
belakang sewaktu sang ‘Adek’ pamitan berjuang di Piala Menpora 2021.

Nyatanya, justru pamitan itu yang membuat langkah Pratama Arhan
menjadi pemain muda luar biasa di BRI Liga 2021/2022. Berada di zona
BRI Liga 1 2021/2022 semakin menaikkan segala macam aspek dari
seorang Arhan, mulai dari sisi kedewasaan, penyempurnaan teknik,
membaca permainan lawan, semakin berani melakukan penetrasi, dan
yang pasti sepakan kaki kiri serta lemparan ke dalam yang bak tendangan
bebas atau sepakan sudut, ditakuti lawan.

Tempaan dalam berbagai situasi di panggung BRI Liga 1 2021/2022
membuat Pratama Arhan semakin menonjolkan dirinya layak berstatus
pemain masa depan bangsa. Stadion Wibawa Mukti bakal menjadi saksi
bisu bagaimana langkah awal seorang Arhan begitu cemerlang, tentu
dengan beragam ujian di pentas BRI Liga 2021/2022.

Sabtu, 4 September 2021, tepat pukul 15.15 WIB, Pratama Arhan
mengukir namanya dalam jagad yang selama ini menjadi impiannya sejak
kecil, yakni berlaga di kompetisi kasta tertinggi Indonesia, BRI Liga 1
2021/2022. Tak mudah bagi pemuda berusia 19 tahun langsung menjadi
starter!, Yup, saat itu Pelatih Imran Nahumarury memercayakan Pratama
Arhan menjadi starter.

Saat itu, pada area belakang, Pratama Arhan bermain bareng Wallace
Costa, Rio Saputro dan Finky Pasamba. Hebatnya, jika menilik dari
strategi awal PSIS Semarang yang menerapkan pola 3 bek, Arhan sempat
melakoni peran itu, bergantian dengan sang kompatriot, Fredyan Wahyu.

Namun, justru karena peran tersebut, semakin menunjukkan sejak awal
kalau Pratama Arhan punya banyak potensi. Tak hanya jago sebagai bek
kiri, Arhan juga mumpuni ketika menjadi pemain belakang kala PSIS
Semarang menerapkan strategi tiga bek bermodel libero atau empat bek
sejajar.

Mau bukti sahih?. Lihat saja ketika pertandingan kedua PSIS Semarang di
panggung BRI Liga 1 2021/2022 kontra Persija Jakarta, Pratama Arhan
menjadi pelengkap zona tiga bek sejajar bersama Afeandra Dewangga dan
Wahyu Prasetyo.

Bukti kemampuan multitalenta seorang Pratama Arhan juga terlihat pada
pertandingan berikutnya di pentas BRI Liga 1 2021/2022, ketika PSIS
Semarang menang atas Persiraja Banda Aceh (18/9/2021) dengan skor 3-1.
Saat itu, Pratama Arhan menunjukkan bakat lain yang luar biasa, yakni
sebagai bek kanan. Komposisi saat itu, Arhan sebagia full back kanan,
Fredyan Wahyu (full back kiri) dan duet bek sentral adalah Afeandra
Dewangg bersama Wahyu Prasetyo.

Tampil memesona bersama PSIS Semarang di PSIS Semarang, membuat
Pratama Arhan tak tergoyahkan melenggang ke jenjang tertinggi karier
pesepak bola, yakni berkostum Timnas Indonesia. “Lelah boleh, mengeluh
jangan,”. Itulah kalimat sakti yang selalu keluar dari bibir Arhan, ketika
kali pertama merasakan latihan bersama Timnas Indonesia di Stadion
Madya Senayan.

Lelah boleh, mengeluh jangan dan doa dari Sang Ibunda, membuat
penampilan Pratama Arhan di kancah sepak bola nasional, terutama altar
BRI Liga 1 2021/2022, semakin mengilap. Sekadar informasi, statistik
dari situs resmi BRI Liga 1 2021/2022, Pratama Arhan sanggup mencetak
beberapa angka yang tergolong menonjol bagi pesepak bola yang baru
berusia 20 tahun.

Arhan mengoleksi 1,23 tekel per tim dan 3,74 intersep per pertandingan.
Tak hanya itu, ia sudah mengemas empat asis, yang membuatnya
tergolong komplet sebagai bek kiri dan atau sayap kiri.

Sementara itu, data dari mesin statistik Fantasy Bola BRI Liga 1
2021/2022 di aplikasi Vidio, Pratama Arhan mencatat 222 umpan sukses
alias tak meleset. Ada juga statistik 31 intersep dan 6 penyelamatan di
depan gawang sendiri.

Walhasil, performa ‘mantap jiwa’ di level BRI Liga 1 2021/2022 membuat
Pratama Arhan layak menjadi satu di antara talenta muda masa depan
sepak bola Indonesia. Kini, publik menunggu sepak terjang sang idola
baru cewek-cewek Tanah Air ini, apakah bisa terus terang atau justru
meredup.

Efek Bersinar di BRI Liga 1

 

Pertandingan Piala AFF 2020, Minggu, 19 Desember 2021 di Stadion
Nasional Singapura. Merujuk pada periode tersebut, Pratama Arhan tak
akan bisa melupkan momen istimewa yang membuat garis hidupnya seolah
berubah. Ia menunjukkan keahliannya, yang membuatnya layak
meneruskan status sebagai talenta muda sepak bola Indonesia.

Apa yang terjadi pada menit ke-50 memberi jalan lebar bagi Pratama
Arhan menarik perhatian publik luar negeri. Bagaimana tidak, sepakan
kaki kiri pria kelahiran Blora, Jawa Tengah ini, menerjang deras ke
dalam gawang Malaysia.

Mencetak gol adalah hal spesial, apalagi dilakukan ke gawang Malaysia.
Sudah pasti seluruh mata akan tertuju ke sana. Itu pula yang terjadi pada
diri Pratama Arhan. Setelah sukses dengan spesifikasi lemparan ke dalam
bak tendangan bebas atau sepak sudut, kini sepakan kaki kirinya
menimbulkan prahara bagi lawan.

Timnas Indonesia boleh gagal di final Piala AFF 2020, namun nama
Pratama Arhan sudah telanjur melonjak tinggi. Kembali ke Indonesia dan
bermain di panggung BRI Liga 1 2021/2022, nama Arhan tak pernah lekang
dari ‘pengawasan’ para penggila bola Tanah Air.

Puncak dari efek kompetitif yang dirasakan Pratama Arhan di lingkup
BRI Liga 1 2021/2022, adalah gosip panas yang beredar tentang masa
depan sang pemain dengan klub luar negeri. Sebuah kejutan, karena tak
banyak pemain berusia 20 tahun asal Indonesia yang bisa berkiprah di
negeri asing, terutama di luar kawasan Asia Tenggara.

Arhan menunjukkan jati dirinya, sekaligus efek positif dari persaingan di
sepak bola nasional dalam ‘keluarga’ BRI Liga 1. Tidak tanggung-
tanggung, Arhan setuju mengembara ke Jepang, bergabung dengan klub
asal ibukota, Tokyo Verdy.

Kepergian Arhan ke Tokyo Verdy membuat campur aduk nuansa hati para
penggemar sepak bola Indonesia, fans PSIS Semarang sampai orang yang
mendadak ‘terArhan-arhan’. Ada yang sedih dan melow, namun sebagian
besar memberi semangat agar sang bintang BRI Liga 1 2021/2022 tersebut,
bisa memiliki karier yang cemerlang, seperti impiannya saat naik
transportasi umum dari Blora ke Terang Bangsa.

Arhan akan pergi meniti karier anyar setelah sukses di BRI Liga 1
2021/2022 pada Maret 2022 nanti. Sudah pasti, ucapan sang ibunda akan
menggema lagi, tak hanya pesan untuk Arhan, tapi mungkin juga untuk
kita semua, “Tetaplah beretika, rendah diri dan jangan lupa, jaga sholat
lima waktu,”.