Mei 29, 2022

Nagaliga pusat informasi Bola Online 24 JAM.

Link altenatif Nagaliga : nagasuara.com , nagaliga. cc , trans7sport.com , Prediksinagaliga.com , nagaliga.xyz , nagaliga.me , nagaliga.info , nagaligasbo.com , nagaliga.best , nagaliga.club , nagaliga9.com , nagaligaqq.com , togelnagaliga.com

Penyerang Juventus Boleh Mandul, Tapi Pertahanannya Topcer

Penyerang Juventus Boleh Mandul, Tapi Pertahanannya Topcer

Nagaliga. – Tidak bisa dimungkiri, performa lini depan Juventus pada musim
ini jauh dari kata sempurna. Untungnya mereka terbantu oleh penampilan
apik para pemain di barisan pertahanan.

Juventus masuk dalam kategori terburuk dalam produktivitas mencetak gol.
Bagaimana tidak, pasukan Massimiliano Allegri tersebut baru menghasilkan
27 gol, paling sedikit di antara tim 10 besar bersama Bologna yang berada di
peringkat ke-10.

Mereka kerap mencatatkan paling banyak dua gol saja dalam setiap
pertandingan. Hanya ada dua laga di mana Juventus mampu menghasilkan
lebih dari dua gol dalam ajang Serie A, yakni kala bertemu Spezia dan
Sampdoria.

Mandulnya lini depan kerap membuat Juventus kehilangan tiga angka yang
berharga. Seperti waktu melawan Napoli, AC Milan, Sassuolo, dan bahkan
ketika menghadapi tim promosi seperti Venezia.

Namun Juventus tidak buruk di semua aspek. Mereka cukup beruntung
karena punya banyak pemain yang bisa diandalkan di sektor pertahanan,
dengan catatan 17 kali kebobolan dalam 19 pertandingan Serie A musim ini.

Juventus patut berbangga diri. Mereka merupakan salah satu tim dengan
perolehan kebobolan paling sedikit di 10 besar. Bahkan mereka masih lebih
baik dari Milan dan Atalanta yang menempati empat besar.

Juventus cuma kebobolan satu gol
dalam enam laga terakhirnya. Mereka hanya kebobolan saat bertemu
Venezia, sementara Cagliari, Bologna, Malmo, Genoa dan Salernitana gagal
menembusnya.

Pujian Buat De Ligt dan Szczesny


Pertahanan yang solid ini tidak bisa lepas dari kontribusi sang penjaga
gawang, Wojciech Szczesny. Kiper berdarah Polandia itu melupakan
momen-momen blundernya dan memproduksi banyak sekali penyelamatan
gemilang.

Pujian juga pantas diberikan kepada bek mudanya, Matthijs de Ligt. Langkah
perdananya di Juventus tak begitu mulus, namun performanya musim ini
membuktikan bahwa De Ligt sangat tekun dalam menyerap ilmu para
seniornya.

Paling tidak, Juventus masih bisa menghasilkan satu gol setiap pertandingan.
Berapapun skornya akan dihitung tiga poin jika berhasil menang. Bisa jadi,
hasil tipis 1-0 bakal membawanya melaju hingga ke empat besar.