Situs Resmi Piala Dunia Qatar 2022

September 28, 2022

Nagaliga pusat informasi Bola Online 24 JAM.

Link altenatif Nagaliga : nagasuara.com , nagaliga. cc , trans7sport.com , Prediksinagaliga.com , nagaliga.xyz , nagaliga.me , nagaliga.info , nagaligasbo.com , nagaliga.best , nagaliga.club , nagaliga9.com , nagaligaqq.com , togelnagaliga.com

Mimpi Buruk di Derby Tidak Berpengaruh Bagi Inter

Mimpi Buruk di Derby Tidak Berpengaruh Bagi Inter

Nagaliga. – Inter Milan tidak menemui kesulitan berarti untuk melangkahi AS
Roma di laga perempat final Coppa Italia, Rabu (9/2/2022). Pasukan Simone
Inzaghi tersebut berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0.

Gol pertama Nerazzurri tercipta ketika pertandingan baru berjalan selama dua
menit melalui Edin Dzeko. Sementara gol kedua baru lahir pada menit ke-68
lewat sepakan indah Alexis Sanchez dari luar kotak penalti.

Tidak Terpengaruh Derby

Seperti yang diketahui, Inter menjamu Roma dengan modal buruk. Mereka
baru saja dibuat bertekuk lutut oleh sang rival, AC Milan, dalam laga lanjutan
Serie A akhir pekan kemarin dengan skor 1-2.

Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak Inter. Bukan cuma karena mereka
sempat unggul lebih dulu, kekalahan ini juga membuat posisi Inter di puncak
klasemen sementara Serie A jadi terancam.

Namun hasil buruk kontra Milan tidak memengaruhi mental para pemain
Nerazzurri. Mereka tampil dominan seperti biasa, mencatatkan 12 tembakan
dan 58 persen penguasaan bola. Seolah kekalahan dari Milan sudah terlupakan
sepenuhnya.

Sanchez, Bintang Inter di Coppa Italia

Kunci keberhasilan sebuah tim meraih lebih dari satu trofi di satu musim
adalah kedalaman skuat. Materi pemain yang kerap duduk di bangku cadangan
harus satu tingkat di bawah, atau sama baiknya, dengan para penggawa utama.

Inter memenuhi persyaratan ini, khususnya di lini depan. Sejak Romelu
Lukaku pergi, mereka menggantungkan harapan pada Lautaro Martinez.
Namun absennya penyerang asal Argentina itu bisa digantikan dengan baik
oleh Alexis Sanchez.

Mau tidak mau, Inter harus melakukan rotasi pada pertandingan kontra Roma
karena akan menghadapi Napoli akhir pekan nanti. Alexis Sanchez menjadi
bintang di laga kontra Roma, dan tidak pernah mengecewakan kalau Inter
harus mengistirahatkan Lautaro.

Tammy Abraham Tidak Berkutik

Dua gol yang dicetak Dzeko dan Sanchez merupakan kunci kemenangan Inter,
tapi bukan satu-satunya faktor. Sektor pertahanan juga patut mendapatkan
pujian karena mampu menetralisir Tammy Abraham.

Penyerang berkebangsaan Inggris tersebut adalah tumpuan Roma di lini depan.
Sejauh ini, Abraham sudah mengantongi 17 gol dari 31 kesempatan tampil
yang diberikan oleh sang pelatih, Jose Mourinho, di semua kompetisi.

Sudah jelas Abraham adalah ancaman. Namun pertahanan Inter mampu
membatasi pergerakannya. Ia hanya menyentuh bola sebanyak 27 kali dan tidak
membukukan tembakan tepat sasaran selama berada di lapangan.

Mourinho Bukan Lagi ‘Special One’?

Mungkin, sudah saatnya buat Mourinho menanggalkan status ‘the Special One’
miliknya. Ia semakin jarang meraih trofi dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan kekalahan ini, peluang Roma mendapatkan piala semakin mengecil.

Roma tersingkir dari Coppa Italia. Bersaing memperebutkan gelar Scudetto
pun sudah hampir mustahil. Peluang terbesar mereka tinggal UEFA
Conference League, di mana Giallorossi masih menunggu calon lawannya pada
babak 16 besar.

Terakhir Mourinho mendapatkan piala pada tahun 2017, yakni Liga Europa dan
Carabao Cup bersama Manchester United. Ia tidak menyumbangkan trofi buat
Tottenham selama satu setengah musim.

Potensi Revans di Semifinal

Kemenangan atas Roma memastikan Inter ke babak semifinal Coppa Italia.
Mereka tinggal menunggu sang lawan yang masih akan berebut slot ke
semifinal pada Kamis (10/2/2022) dini hari WIB besok.

Mereka akan bertemu Milan atau Lazio. Dilihat dari perolehan hasilnya
belakangan ini, Rossoneri sepertinya lebih berpeluang menang ketimbang klub
besutan Maurizio Sarri tersebut.

Kalau menang, derby della madoninna bakal terjadi di babak semifinal. Itu bisa
menjadi kesempatan buat Inter melakukan revans setelah dipaksa bertekuk
lutut di laga lanjutan Serie A akhir pekan kemarin.