Situs Resmi Piala Dunia Qatar 2022

September 28, 2022

Nagaliga pusat informasi Bola Online 24 JAM.

Link altenatif Nagaliga : nagasuara.com , nagaliga. cc , trans7sport.com , Prediksinagaliga.com , nagaliga.xyz , nagaliga.me , nagaliga.info , nagaligasbo.com , nagaliga.best , nagaliga.club , nagaliga9.com , nagaligaqq.com , togelnagaliga.com

Inter Milan di Anfield Vidal Monster dan Sanchez Merusak Segalanya

Inter Milan di Anfield Vidal Monster dan Sanchez Merusak Segalanya

Nagaliga. – Inter Milan berhasil meraih kemenangan saat melawan ke
markas Liverpool di leg kedua 16 besar Liga Champions. Bermain di
Anfield, Rabu (9/3/2022) dini hari, Nerazzurri menang 1-0 berkat gol
tunggal Lautaro Martinez. Sayang kemenangan itu tak mampu
membawa mereka ke perempat final.

Ya, Inter Milan memang menang di markas Liverpool. Kemenangan 1
-0 itu sangat berharga dan menjadi bukti bahwa Nerazzurri punya
ambisi besar untuk menang. Namun kekalahan 0-2 di leg pertama
membuat mereka harus pulang lebih awal dari panggung Liga
Champions karena kalah agregat.

Penampilan Inter Milan di Anfield juga layak mendapatkan pujian.
Pasukan Simone Inzaghi menunjukkan permainan yang solid dalam
bertahan, dan mengancam ketika melakukan serangan.

Sayang, kartu merah dari Alexis Sanchez beberapa menit setelah gol
Martinez mengacaukan segalanya. Kalah jumlah pemain, Liverpool
pun menemukan momentum merebut kembali permainan. Namun
Inter Milan bertahan dengan luar biasa.

Samir Handanovic

Beberapa kali tampil berani dan mengambil keputusan tepat saat
mengintervensi umpan-umpan pemain Liverpool ke dalam kotak
penalti Inter Milan. Namun ada juga umpan-umpannya yang riskan ke
bek di depannya. Yang pasti, clean sheet di Anfield bukan sebuah
kebetulan.

Milan Skriniar

Benar-benar mendominasi di jantung pertahanan Inter Milan. Selain
itu, Skriniar juga mampu melakukan pekerjaan ‘kotor’ dalam
menghentikan serangan Liverpool. Dua kali menggagalkan peluang
Liverpool dari Virgil van Dijk dan Luiz Diaz.

Stefan de Vrij


Di babak pertama mampu tampil solid bersama Skriniar.
Namun cedera membuatnya hanya tampil 45 menit sebelum
digantikan Danilo D’Ambrosio.

Alessandro Bastoni 

Meskipun sering kedodoran menghadapi serangan dari sisi kanan
Liverpool yang ditempati Mohamed Salah dan Alexander Arnold,
namun Bastoni menunjukkan keberanian dalam menghalau setiap
serangan. Yang kurang dalam penampilannya di Anfield ini adalah
kemampuannya dalam membangun serangan dari lini belakang.

Denzel Dumfries

Menempati sisi kanan Inter Milan, Dumfries memang mampu
mencegah Liverpool mendominasi di sisinya dan juga mencegah
Andrew Robertson melakukan overlap membantu serangan. Namun
dari sisi ofensif, Dumfries hanya mampu menyentuh bola 29 kali dan
gagal menciptakan satu pun peluang.

Hakan Calhanoglu

Diharapkan bisa mengatur tempo serangan dan menciptakan peluang,
Calhanoglu tak benar-benar mampu menjalankan tugasnya dengan
baik. Di babak pertama dia mampu mengancam gawang Alisson,
namun benar-benar kesulitan sepanjang pertandingan.

Arturo Vidal

Empat tekel, dua intersep, tiga sapuan, tiga kemenangan di duel
udara. Itulah catatan Vidal saat melawan Liverpool di Anfield. Untuk
urusan ofensif memang Vidal tak menonjol, namun dalam membantu
pertahanan dan menghentikan serangan The Reds, terbukti Vidal
begitu dominan di lini tengah.

Marcelo Brozovic

Bersama Vidal, Brozovic mampu mendominasi lini tengah. Daya
jelajah tinggi, visi bermain mumpuni, umpan terukur, dan tak
sungkan melakukan adu badan. Catatannya pun luar biasa. Sepanjang
75 menit permainan, Brozovic membuat 59 umpan, 6 kali
memenangkan bola, 4 umpan di sepertiga terakhir, 2 intersep, dan
satu kali membuat peluang.

Ivan Perisic

Mampu bertahan dengan baik dan membantu Bastoni menghentikan
pergerakan Mo Salah dan Trent-Alexander Arnold di sisi kiri
pertahanan.

Alexis Sanchez

Satu-satunya hal baik dari penampilan Alexis Sanchez adalah assist
untuk gol Lautaro Martinez. Sedangkan hal buruk lain adalah dia
menempatkan timnya dalam posisi yang tak ideal ketika tim butuh gol
tambahan dan dia mendapatkan kartu kuning kedua hanya beberapa

menit setelah membuat assist.

Lautaro Martinez

Mampu melakukan pekerjaannya dalam mencetak gol ketika
mendapatkan peluang dan tim membutuhkannya. Penyerang
Argentina tersebut memiliki dua peluang mencetak gol sepanjang
pertandingan. Namun setelah Sanchez mendapatkan kartu merah,
Martinez juga tak mampu berbuat banyak karena tim lebih banyak
bertahan.

Pemain Pengganti

Danilo D’Ambrosio (6) yang masuk menggantikan Stefan de Vrij di
babak kedua mampu tampil solid. Sapuan dan intersep serta
kemampuan membaca permainan dia tunjukkan pada babak kedua.
Performa yang apik.

Di menit ke-75, pelatih Simone Inzaghi melakukan tiga pergantian
dan memasukkan Roberto Gagliardini, Matteo Darmian, dan Joaquin
Correa. Namun dengan waktu 15 menit tersisa dan kalah jumlah
pemain, tak banyak yang bisa dilakukan oleh mereka bertiga.