Mei 29, 2022

Nagaliga pusat informasi Bola Online 24 JAM.

Link altenatif Nagaliga : nagasuara.com , nagaliga. cc , trans7sport.com , Prediksinagaliga.com , nagaliga.xyz , nagaliga.me , nagaliga.info , nagaligasbo.com , nagaliga.best , nagaliga.club , nagaliga9.com , nagaligaqq.com , togelnagaliga.com

Granit Xhaka Kena Semprot karena Kartu Merah

Granit Xhaka Kena Semprot karena Kartu Merah

Nagaliga. – Perjalanan Arsenal di ajang Carabao Cup cuma sampai di babak
semifinal saja. Dan sang gelandang, Granit Xhaka, punya andil dalam
kegagalan tersebut.

Arsenal menjalani duel dua leg di babak semifinal dengan Liverpool sebagai
lawannya. Mereka tampil apik pada leg pertama, namun sebagian besar
pertandingan dihabiskan dengan bertahan.

Hal ini dikarenakan the Gunners harus bermain dengan 10 orang sejak menit
ke-24. Granit Xhaka masuk ke ruang ganti lebih dulu setelah melakukan
pelanggaran keras yang membuat wasit harus mengeluarkan kartu merah.

Pertandingan berakhir dengan kedudukan imbang 0-0. Namun Arsenal belum
dipastikan tersingkir pada momen itu. Mereka resmi terdepak dari Carabao
Cup setelah menelan kekalahan pada leg kedua dengan skor 0-2, Jumat
(21/1/2022) tadi.

Bagian dari Pekerjaan


Laga leg pertama digelar pekan lalu. Ketika pertandingan berakhir, Xhaka
menjadi sasaran kritik dari berbagai kalangan. Apalagi pemain berkebangsaan
Swiss tersebut cukup sering mendapatkan kartu merah yang merugikan the
Gunners.

Menurut catatan, Xhaka sudah menerima 12 kartu merah di sepanjang karier
bermainnya. Xhaka berbicara soal ‘prestasi‘ negatif tersebut dan mengatakan
bahwa mendapatkan kartu merah adalah bagian dari pekerjaannya.

Buat saya itu tidak sulit, sebab ini adalah bagian dari pekerjaan kami. Mudah
untuk bicara saat sesuatu tidak berjalan dengan baik,” ucap Xhaka ketika
berbincang dengan beIN Sports.

Tentu saja, tidak ada orang yang mau mendapatkan kartu merah lalu dihukum
dan membantu tim mereka hanya untuk berada di luar,” lanjutnya.

Pemberani


Xhaka ingin melupakan kejadian tersebut. Menurutnya, kartu merah yang
diterima pada leg pertama sudah tidak bisa diubah lagi. Ketimbang
memikirkannya, ia memilih fokus membantu tim meraih hasil positif di laga-
laga berikutnya.

Saya tidak bisa mengubah ini, sudah terjadi dan saya melihat ke depan. Saya
mencoba membantu tim sebisa mungkin sama seperti yang bisa saya lakukan di
luar lapangan,” lanjutnya.

Namun satu yang pasti, keberanian Xhaka patut diacungi jempol. Ia tidak
pernah mundur ketika berduel dengan lawan dan kartu merah hanyalah
konsekuensi yang harus dihadapi.

Saya adalah orang dan pemain yang sering terlibat dalam posisi 50/50, di mana
saya juga senang mengambil risiko. Saya tahu kadang itu salah, tapi ketika
berhasil, tak ada yang bicara soal itu. Ketika hal buruk terjadi seperti waktu
melawan Liverpool, orang-orang mulai berbicara,” pungkasnya.