Situs Resmi Piala Dunia Qatar 2022

Oktober 3, 2022

Nagaliga pusat informasi Bola Online 24 JAM.

Link altenatif Nagaliga : nagasuara.com , nagaliga. cc , trans7sport.com , Prediksinagaliga.com , nagaliga.xyz , nagaliga.me , nagaliga.info , nagaligasbo.com , nagaliga.best , nagaliga.club , nagaliga9.com , nagaligaqq.com , togelnagaliga.com

Frank Lampard Terapkan Satu Tradisi Chelsea di Everton

NagaligaFrank Lampard meneruskan perannya sebagai pelatih yang
tegas di Everton. Pria berumur 43 tahun itu sampai membawa salah satu
tradisi yang pernah diterapkan di klub lamanya, Chelsea.

Chelsea adalah klub yang punya jasa besar dalam karier Lampard, baik
sebagai pelatih maupun pemain. Ketika masih muda, the Blues
merekrutnya dari West Ham United dan bisa mempertahankan Lampard
selama 13 tahun.

Puncak karier Lampard sebagai pemain terjadi di Chelsea. Ia mengoleksi
12 gelar dari berbagai kompetisi selama tampil di Stamford Bridge,
termasuk Liga Champions yang didapatkan pada musim 2012/13.

Chelsea juga yang membawanya naik derajat setelah memulai karier
kepelatihannya bersama Derby County. Sayangnya, karier Lampard
sebagai pelatih tidak secemerlang waktu bermain. Ia dipecat pada tahun
2021 lalu untuk digantikan Thomas Tuchel.

Membawa Aturan Ketat dari Chelsea

frank-lampard-terapkan-satu-tradisi-chelsea-di-everton

Lampard sempat menjalani profesi sebagai pandit setelah memutuskan
gantung sepatu. Umumnya, pelatih yang habis dipecat akan kembali
menekuni peran tersebut. Salah satu contoh nyata adalah legenda
Manchester United, Gary Neville.

Namun Lampard tidak menyerah. Beruntungnya, ia masih bisa menarik
perhatian Everton. Lampard ditunjuk menggantikan Rafael Benitez pada
tanggal 31 Januari 2022 dan langsung mempersembahkan kemenangan di
laga perdananya.

Pria berkebangsaan Inggris tersebut dikenal sebagai pelatih yang tegas
dan disiplin. Ia memiliki beberapa aturan ketat dan harus dipatuhi oleh
para pemain sewaktu di Chelsea. Lampard menerapkan aturan itu lagi di
Everton.

Rincian Denda

frank-lampard-terapkan-satu-tradisi-chelsea-di-everton
Salah satu aturan ketat yang diterapkan berkaitan dengan
keterlambatan. Menurut laporan the Sun, Lampard mematok denda
sebesar seribu pounds (setara Rp14,4 juta) buat pemain yang terlambat
atau melanggar aturan berpakaian.

Aturan ini tidak separah waktu di Chelsea. Dulu, Lampard menetapkan
denda sebesar 2.500 pounds (setara Rp36 juta) buat pemain yang
terlambat pada hari pertandingan, sesi latihan, atau perawatan bersama
tim medis.

Kemudian, di Everton, Lampard juga menerapkan denda sebesar dua ribu
pounds (Rp28 juta) buat penggunaan telepon genggam. Para pemain tidak
diperkenankan menggunakan teknologi tersebut saat rapat tim ataupun
makan malam.

Bahkan, Lampard juga tidak membolehkan pemainnya untuk pulang
secara terpisah dari rombongan. Jika aturan tersebut dilanggar, maka
pemain harus menyiapkan uang sebesar lima ribu pounds (Rp72 juta)
sebagai ganjarannya.

Dalam laporan the Sun lagi, salah satu pemain Everton sempat
dihadapkan dengan denda keterlambatan hanya karena butuh waktu
untuk mengikat tali sepatu. Namun Lampard masi bisa memberikan
kompromi untuk kasus ini.

(The Sun)