Mei 29, 2022

Nagaliga pusat informasi Bola Online 24 JAM.

Link altenatif Nagaliga : nagasuara.com , nagaliga. cc , trans7sport.com , Prediksinagaliga.com , nagaliga.xyz , nagaliga.me , nagaliga.info , nagaligasbo.com , nagaliga.best , nagaliga.club , nagaliga9.com , nagaligaqq.com , togelnagaliga.com

Flashback MotoGP: Tahun 2011 Ketika Karier Balap Marc Marquez Nyaris Tamat Akibat Masalah Mata, Kini Terulang Lagi

NagaligaMarc Marquez telah dikonfirmasi harus absen pada balapan
seri terakhir musim 2021 di MotoGP Valencia yang berlangsung di
Sirkuit Ricardo Tormo akhir pekan ini.

Pasalnya setelah melakukan pemeriksaan fisik, Marc Marquez divonis
mengalami diplopia atau penglihatan ganda. Ini tentu kondisi
berbahaya untuk seorang pembalap.

Hanya saja jika melihat ke belakang, Marc Marquez ternyata pernah
mengalami masalah serupa tahun 2011. Dokter yang memeriksa telah
mengkonfirmasi, problem diplopia ini adalah ulangan apa yang dialami
juara dunia MotoGP enam kali ini sepuluh tahun lalu.

Momen negatif yang dirasakan Marc Marquez tahun 2011 bahkan
sempat merenggut karier balapnya. Pada artikel ini, Bola.com mengaja
pembaca mengetahui apa yang terjadi pada tahun 2011 atau saat sang
pembalap masih mengikuti kelas Moto2.

Kecelakaan di Sepang


Momen yang nyaris membuat Marc Marquez pensiun itu terjadi pada
sesi latihan bebas Moto2 2011 di Sirkuit Sepang, Malaysia. Dia
mengalami kecelakaan pada latihan bebas pertama (FP1).

Awalnya kecelakaan tersebut dianggap biasa saja oleh sang pembalap.
Dia bahkan sempat mengikuti sesi kualifikasi dan melahap dua lap. Kala
itu, lap terbaiknya hanya menempatkannya di posisi 36.

Namun pada akhirnya ia harus melewati balapan Moto2 Malaysia
setelah gagal lulus tes medis. Marquez enggan menyerah. Dia turut
hadir pada lomba putaran terakhir di Valencia.

Pada akhirnya, kakak dari Alex Marquez itu mundur lantaran mengalami
masalah penglihatan. Gelar juara dunia Moto2 2011 pun milik Stefan
Bradl.

Operasi Mata


Efek dari masalah penglihatan itu, Marquez harus menjalani operasi
pada mata kanan. Operasi yang membuatnya harus absen selama lima
bulan.

Satu hal yang paling membuatnya sempat Depresi adalah dokter yang
melakukan operasi tidak memberikan jaminan bahwa mata kanan sang
pembalap bisa kembali seperti semula.

Pada titik inilah, Marquez merasa frustrasi dan penuh tanda tanya
apakah bisa melanjutkan mimpi sebagai pembalap hebat. “Ini
merupakan momen tersulit dalam karier saya,” kata Marquez.

“Karena itu merupakan lima bulan begitu panjang dengan cedera itu.
Kami mengunjungi dokter sebanyak 6-7 kali untuk memahami tipe
cedera seperti apa yang saya rasakan,” lanjut pembalap berusia 26
tahun itu.

Marquez semakin jatuh, karena pada sebuah momen ia pernah
mencoba mengendarai motor motocross dan penglihannya masih
ganda. Alhasil vonis dokter yang menyebutnya terancam gagal
melanjutkan karier semakin terpampang.

“Saya selalu menjaga mentalitas positif. Pelajaran dari pengalaman ini,
Anda harus menikmati semua momen. Karena Anda tidak tahu apa yang
terjadi di masa depan,” Marquez menerangkan.

Bisakah Comeback?


Pertanyaan terbesar adalah saat mengalami problem penglihatan
tahun 2011, Marc Marquez bisa bangkit dan merasakan banyak
kemenangan plus titel juara dunia, khususnya kelas MotoGP.

Apakah hal sama bisa terulang kali ini? Yang pasti, dibandingkan tahun
2011, kini usia Marc Marquez sudah jauh lebih tua.

Ambisi, tekad, dan semangat seorang Marc Marquez untuk kembali ke
bentuk performa terbaik tentu sangat dibutuhkan dalam fase ini.