Situs Resmi Piala Dunia Qatar 2022

Oktober 1, 2022

Nagaliga pusat informasi Bola Online 24 JAM.

Link altenatif Nagaliga : nagasuara.com , nagaliga. cc , trans7sport.com , Prediksinagaliga.com , nagaliga.xyz , nagaliga.me , nagaliga.info , nagaligasbo.com , nagaliga.best , nagaliga.club , nagaliga9.com , nagaligaqq.com , togelnagaliga.com

Barcelona Gonta-ganti Pelatih dan Belum Berhasil

Barcelona Gonta-ganti Pelatih dan Belum Berhasil

Nagaliga. – Pos pelatih yang sering terjadi di Barcelona dalam dua tahun terakhir
membuktikan bahwa kursi panas itu tak bisa diduduki oleh sembarang orang. Ernesto
Valverde adalah orang pertama yang didepak dari posisi penting tersebut.

Valverde adalah contoh nyata panasnya kursi kepelatihan Barcelona. Ia dipecat hanya
selang beberapa bulan setelah berhasil mengantarkan Barcelona merengkuh gelar La
Liga untuk kedua kalinya.

Total empat gelar berhasil Valverde persembahkan untuk klub berjuluk Blaugrana
tersebut dalam rentang waktu dua setengah musim. Selain itu, ia juga membantu
Lionel Messi dkk meraih trofi Copa del Rey dan Supercopa de Espana.

Tidak banyak pelatih yang bisa menorehkan prestasi tersebut, meski dalam sejarah
Barcelona ada banyak pelatih yang bisa mencatatkan raihan lebih baik. Pada
akhirnya, Valverde harus merasakan dinginnya surat pemecatan dari manajemen
klub.

Menyaksikan dari Kejauhan


Banyak orang meyakini bahwa melakukan pergantian pelatih adalah solusi instan
untuk membantu klub meraih hasil-hasil positif lagi. Namun Barcelona tidak
mengalami peningkatan sejak memecat Valverde, malah menurun jauh.

Quique Setien yang ditunjuk sebagai penggantinya cuma bisa bertahan selama kurang
dari setahun. Kekalahan memalukan 2-8 dari Bayern Munchen di ajang Liga
Champions memaksanya untuk meninggalkan Camp Nou.

Setelahnya, kursi panas tersebut diberikan kepada Ronald Koeman yang sudah rela
meninggalkan jabatannya di Timnas Belanda. Ia cuma bisa bertahan selama kurang
lebih satu tahun sebelum digantikan oleh pelatih sekarang, Xavi Hernandez.

Valverde menyaksikan keruntuhan Barcelona dari kejauhan. Tentu tanpa bermaksud
buruk atau menertawai manajemen yang telah salah memecatnya. Hanya saja, ia
belum bisa melupakan mantan klubnya tersebut.

Saya menyaksikan semuanya dari kejauhan. Begitu cabut dari suatu tempat, anda
bisa membalik halaman. Tapi meninggalkan klub seperti Barcelona, anda butuh
waktu,” ujarnya kepada Libero Magazine, dikutip dari Marca.

Tidak Cukup

Valverde masih menyayangkan keputusan manajemen klub saat itu, yang dipimpin
Josep Maria Bartomeu, memecatnya. Padahal prestasinya tidak buruk, apalagi kalau
dibandingkan dengan dua pelatih setelahnya.

Kami memenangkan dua gelar liga dan itu bagus, tapi tidak cukup buat beberapa
orang,” lanjut Valverde lagi, yang sudah jarang muncul di permukaan sejak
meninggalkan Barcelona.

Saya berada di sana selama dua setengah tahun, dalam tiga tahun pertama fasegrup
Liga Champions dengan satu laga yang tersisa, dalam tiga tahu kami tidak
membutuhkan pertandingan terakhir.”

Namun hal semacam ini ketika terjadi, itu bagus, tapi saya dan tim secara
keseluruhan mengapresiasinya, namun tidak buat orang lain, tapi kami
mengapresiasinya karena itu sulit dan sekarang… silahkan lihat,” pungkasnya.