Mei 26, 2022

Nagaliga pusat informasi Bola Online 24 JAM.

Link altenatif Nagaliga : nagasuara.com , nagaliga. cc , trans7sport.com , Prediksinagaliga.com , nagaliga.xyz , nagaliga.me , nagaliga.info , nagaligasbo.com , nagaliga.best , nagaliga.club , nagaliga9.com , nagaligaqq.com , togelnagaliga.com

Xavi: Barcelona Adalah Klub yang Paling Sulit Ditangani

Xavi: Barcelona Adalah Klub yang Paling Sulit Ditangani

NagaligaXavi kembali ke Barcelona tanpa bekal pengalaman melatih klub besar. Dan pria
berumur 41 tahun tersebut tahu persis beban yang menantinya di Camp Nou.

Barcelona terbilang cukup sering melakukan pergantian pelatih belakangan ini.
Terhitung sejak tahun 2020 lalu, klub raksasa Spanyol itu sudah mendepak tiga pelatih:
Ernesto Valverde, Quique Setien, hingga yang terbaru Ronald Koeman.

Ketiganya dianggap tak mampu memenuhi ekspektasi publik. Bukan sesuatu yang
mengherankan, sebab pelatih sepertih Frank Rijkaard, Josep Guardiola dan Luis Enrique
mematok standar yang tinggi di sana.

Ekspektasi tersebut sama sekali tidak memberi ampun kepada siapa pun. Pelatih
berpengalaman seperti Koeman pun tak bisa menghindari surat pemecatan. Padahal, ia
juga dikenal sebagai legenda klub yang menyumbang banyak gelar semasa bermain
dulu.

Paling Sulit di Dunia

Xavi: Barcelona Adalah Klub yang Paling Sulit Ditangani

Kisah Koeman menandakan kalau Xavi tidak bisa berlindung pada prestasinya di masa
lampau. Keputusannya menerima tawaran untuk menukangi Barcelona di saat
pengalamannya masih minim bisa dianggap sebagai keputusan yang berani.

Xavi sadar betul bahwa ekspektasi fans Barcelona sangat berat untuk dipenuhi. Ia tahu,
Barcelona adalah klub yang paling sulit ditangani di dunia.

“Barcelona adalah klub yang paling sulit di dunia. Cules dan Catalans sangat menuntut
dan hanya sekadar menang saja tidak cukup, kami juga harus bermain dengan baik,”
ujarnya seperti yang dikutip dari Marca.

Barcelona Belum Sempurna

Barcelona berhasil mengalahkan Villarreal dalam laga lanjutan La Liga yang digelar akhir
pekan kemarin. Bermain di markas lawan, El Madrigal, mereka mendapatkan
kemenangan yang cukup meyakinkan, 3-1.

Skornya meyakinkan, tapi tidak dengan permainannya. Klub berjuluk Blaugrana tersebut
hanya mencatatkan penguasaan bola sebesar 49 persen. Tidak seperti Barcelona yang
biasanya mendominasi penguasaan bola.

Kedatangan Xavi diharapkan bisa membuat Barcelona kembali ke masa kepelatihan
Guardiola dulu, di mana mereka sanggup menang dengan dominan. Xavi sadar betul bahwa
permainan anak asuhnya masih jauh dari harapan itu.

“Kami sangat mementingkan dan menghargai kemenangan atas Villareal. Namun kami sadar,
bahwa kami tidak bagus dalam beberapa fase permainan dan kami tidak menguasai bola,”
pungkasnya.