Mei 26, 2022

Nagaliga pusat informasi Bola Online 24 JAM.

Link altenatif Nagaliga : nagasuara.com , nagaliga. cc , trans7sport.com , Prediksinagaliga.com , nagaliga.xyz , nagaliga.me , nagaliga.info , nagaligasbo.com , nagaliga.best , nagaliga.club , nagaliga9.com , nagaligaqq.com , togelnagaliga.com

Juventus Belum Siap dengan Kedatangan Cristiano Ronaldo

Juventus Belum Siap dengan Kedatangan Cristiano Ronaldo

Nagaliga. – Cristiano Ronaldo tidak melulu menjanjikan
kesuksesan buat sebuah klub, contohnya Juventus. Sebab

pemain asal Portugal itu membutuhkan skuat yang mampu mengikuti langkahnya.

Ronaldo membuat publik terkejut dengan memutuskan cabut
dari Real Madrid pada tahun 2018 lalu. Ia menerima pinangan
Juventus yang bersedia merogoh kocek sebesar 100 juta euro
untuk membawanya ke Turin.

Tiga musim ia habiskan bersama Bianconeri sebelum kembali ke
klub yang membesarkan namanya, Manchester United, pada
bursa transfer musim panas 2021. Selama itu, ia mencetak 101
gol dari 134 penampilannya di semua kompetisi.

Sayang jumlah gol Ronaldo ini tidak diiringi oleh prestasi yang
membanggakan buat Juventus. Malahan di musim terakhirnya,
Bianconeri gagal mempertahankan gelar Scudetto yang sudah
dipegang sejak tahun 2012.

Banyak yang menyalahkan Ronaldo sebagai biang keladi dari
kegagalan ini. Mereka beranggapan bahwa Ronaldo terlalu
egois, merusak harmonisasi tim yang sudah terbentuk di atas
lapangan, serta menutupi potensi pemain lain.

Namun sebaliknya, bukan Ronaldo yang membuat Juventus
terpuruk. Tetapi para pemainnya yang belum siap bermain
bersama peraih lima trofi Ballon d’Or tersebut. Itulah yang ada
di benak legenda Bianconeri, Gianluigi Buffon.

Saya bilang DNA tertentu hilang dengan dia karena saya
memang berpikir seperti itu, dan dalam refleksi yang lebih
dalam, saya bisa berkata itu jelas bukan salah Cristiano,”
ungkap Buffon kepada Corriere della Sera.

Sebab dia adalah pemain hebat dan ketika anda merekrut
pemain sekaliber dia, anda tahu apa yang harus dilakukan.
Anda harus paham apakah ang lainnya siap, dan menurut saya
banyak pemain yang tidak siap berbagi pengalaman tertentu.

Juventus yang Berbeda


Buffon tahu bahwa Juventus sudah berbeda jauh hanya dalam
kurun waktu satu musim saja. Ia merasakannya ketika kembali
dari perjalanannya bersama PSG di tahun 2019.

Entah apakah anda menyukainya atau tidak, semua merasa
seperti Cristiano dan itu seharusnya tak boleh terjadi, apalagi
di klub seperti Juve,” tambahnya.

Ketika dia tiba di Turin, saya pindah ke Paris. Dan ketika saya
kembali, saya melihat sesuatu yang berbeda, yang tidak lagi
mengingatkan saya terhadapa apa yang telah saya tinggalkan,
pungkasnya.

Kini Buffon tidak lagi bermain buat Juventus. Ia mengakhiri
perjalanan panjangnya bersama Bianconeri pada musim panas
lalu untuk membantu klub lamanya, Parma, mengarungi pentas
Serie B.