Mei 25, 2022

Nagaliga pusat informasi Bola Online 24 JAM.

Link altenatif Nagaliga : nagasuara.com , nagaliga. cc , trans7sport.com , Prediksinagaliga.com , nagaliga.xyz , nagaliga.me , nagaliga.info , nagaligasbo.com , nagaliga.best , nagaliga.club , nagaliga9.com , nagaligaqq.com , togelnagaliga.com

9 Tahun Setelah Real Madrid-nya Mourinho Hajar Barcelona

NAGALIGA-20 April 2011, hari yang akan selalu dikenang fans Real Madrid. Pada hari itulah Los Blancos bisa menghentikan Barcelona yang benar-benar dominan. Hari itu Madrid tidak hanya meraih trofi Copa del Rey ke-18 mereka. Lebih dari itu, hari itu adalah hari di mana Jose Mourinho pada akhirnya bisa menggulingkan Josep Guardiola dan Barcelona dai takhta mereka.Hari itu duel sengit El Clasico tersaji di final Copa del Rey. Pertandingan berjalan sengit, dua tim sama kuat pada waktu normal. Laga pun dilanjutkan ke babak tambahan, dan pada saat inilah Cristiano Ronaldo unjuk gigi.Apa yang terjadi pada pertandingan itu? Mengutip Marca, baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Trofi Krusial
Sebelum duel tersebut, Real Madrid dipandang sebagai tim yang lebih lemah dari Barca. Pasalnya, Blaugrana sempat menghajar Los Blancos 5-0 pada duel El Clasico di La Liga, November 2010.

Tentu fans Barca yakin tim kesayangan mereka bakal menang besar sekali lagi, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Pemain Madrid berjuang habis-habisan selama 120 menit, Barca memang dominan, tapi tidak terlalu efektif.

Pertandingan itu akhirnya ditentukan di babak tambahan lewat sundulan Cristiano Ronaldo, usai menerima umpan hasil kombinasi apik Marcelo dan Angel di Maria.

Bukan Sekadar Trofi
Mungkin benar trofi Copa del Rey tidak sebesar La Liga atau Liga Champions. Namun, bagi fans Madrid, trofi itu adalah bukti perjuangan mereka untuk mendekati level Barcelona.

Trofi itu mengakhiri puasa 18 tahun Madrid di Copa del Rey, juga mengakhiri dominasi Barca di El Clasico. Terlebih, final Copa del Rey 2011 itu masih dianggap sebagai final terbaik sampai saat ini, kedua tim berada di puncak performanya bersama pelatih top masing-masing.

Kemenangan itu merupakan bukti pertama kalinya Madrid-Mourinho bisa melampaui Barca-Guardiola. Taktik Mourinho patut dipuji — meski negatif — ketika menempatkan Pepe dalam peran gelandang bertahan untuk mengganggu pergerakan kombinasi gelandang Barcelona.

Kemenangan Besar
Memang tidak sepenuhnya tepat mengatakan bahwa Real Madrid benar-benar mengakhiri dominasi Barcelona-nya Guardiola, terlebih karena Madrid takluk dalam duel dua leg semifinal Liga Champions beberapa pekan setelahnya.

Namun, jelas kemenangan itu merupakan kemenangan besar dalam sejarah Real Madrid. Akhirnya mereka bangkit untuk melawan, setelah bertahun-tahun hanya bisa diam menyaksikan kekuatan Barcelona.

Sekarang, sembilan tahun berlalu, Madrid terbukti lebih sukses di level Eropa. Barca masih jadi raja domestik.

Sumber: